Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Malang, (11/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Zafirah Aurelia Budiman, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Loresta Putri Nusantara Kasih, Iis Hendro Gunawan, Mira N Sahid, S.Pd, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM, dan Danin Sibilo (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Say No To Cyberbullying dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1244 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Loresta Putri Nusantara Kasih adalah kita sebagai anak-anak yang menuju remaja pasti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. tidak menutup kemungkinan bahwa sisi negatif seperti kekerasan seksual virtual dapat terjadi. jadi, bagaimana cara kita agar tidak menjadi korban kekerasan seksual virtual tersebut?

Loresta Putri Nusantara Kasih menuturkan, “Terkait dengan kekerasan seksual berbasis gender online akhir-akhir ini memang marak terjadi, khususnya bagi pelajar yang selalu ingin showup. Caranya adalah kita harus mengontrol agar tidak oversharing, jangankan remaja, ibu-ibu saja ketika di sosmed hal apapun diunggah, itu yang berbahaya dan tidak baik. Kedua bisa memisahkan antara akun umum dan akun pribadi. Kita sebagai generasi muda harus mengambil peran dalam menangkal hoax”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.