Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Malang, (15/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E, CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Jacob Win, Panjilmo Putro, S.Pd., M.Si, M. Alvin Nur Choironi, Pradipta Nugrahanto dan Dwi Putri Ayu Wardani, S. Si (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah WFH WFO Manakah Yang Lebih Efektif dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1240 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Pradipta Nugrahanto adalah Bagaimana cara untuk menghindari halaman yang banyak pop up dan bagaimana cara membedakan aplikasi gratis yang aman dan yang tidak aman?

Pradipta Nugrahanto memaparkan, “Jika kita menggunakan aplikasi gratis maka jangan berharap untuk keamanannya akan sempurna. Namun meskipun begitu ada beberapa aplikasi yang memang gratis namun pasti bisa relatif lebih aman jika dibandingkan dengan aplikasi gratis lainnya, kita bisa cek melalui developer dan provider dari aplikasi tersebut. Pastikan kita mengunduh aplikasi tersebut melalui sumber resmi, jangan mengunduh aplikasi tersebut melalui platform yang tidak resmi”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.