Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Ponorogo, (15/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Safira Dwi Siwi, S.Ds., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc., Ika Rusdiana, M.A., Ulil Albab, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM dan key opinion leader Anelies Praramadhani.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah WFH WFO Manakah yang Lebih Efektif? dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 192 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ika Rusdiana, M.A adalah Keterbukaan informasi di Dunia Digital ini ikut mempengaruhi nilai dan norma dasar dan warisan budaya indonesia. Lalu sebagai orang tua yang tidak begitu paham akan teknologi, Bagaimana menjaga karakter dan integritas anak yang saat ini banyak berinteraksi dalam internet dengan berbagai orang yang memiliki latar budaya yang beragam dari yang positif hingga negatif? Dan bagaimana agar akhlak terpuji semakin terpuruk di tengah pengaruh warisan kebudayaan teknologi yang tak bisa dibendung dampak negatifnya?

Ika Rusdiana mengatakan, “Sebagai orangtua tidak boleh menjadi orang yang fixed mindset. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orangtua karena orangtua lah yang paling bertanggung jawab akan penggunaan gadget baik yang berefek yang baik maupun negative. Koneksi dan komunikasi perlu ditingkatkan untuk orangtua dan kepada anak, kemudian adalah edukasi dan kemudian yang terakhir ajarkan rasa tanggung jawab”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.