Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (15/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Diyah Wahyuningtyas, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dian Tri Anista,  Iis Hendro Gunawan,  Oktora Irahadi, Rita Nurlita, S. Sos., M.I.KOM. dan Anindito Wisnu Sampurno.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “WFH WFO Manakah Yang Lebih Efektif” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 251 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Rita Nurlita adalah “Semakin canggih teknologi digital saat ini serta semakin marak kasus penyalahgunaan digital, kemudian banyak akun akun yang tidak dikenal mengirim link yang menjebak dan bisa saja link tersebut bertujuan jahat, mengambil data, doktrin yg berbahaya sehingga anak remaja mudah terpengaruh oleh hal tersebut. Bagaimana upaya kita untuk menjaga keamanan digital anak yang masih belum cukup umur?.”

Rita Nurlita menjelaskan, “Jadi, kalau untuk anak-anak ini harusnya lebih mudah karena masih dalam pengawasan kita sebagai orang tua. Yang bisa dilakukan adalah penguatan atau menambah pengetahuan kita mengenai keamanan digital dengan selalu mau belajar. Sehingga kita bisa memproteksi orang-orang di sekitar kita apalagi anak-anak masih menjadi tanggungan kita. Lalu, kita harus menjadi contoh yang baik dengan menjaga keamanan kita di media digital dengan misalnya tidak melakukan oversharing jika tidak mau anak melakukannya serta semua hal yang negatif jangan kita lakukan. Kemudian, kita kurangi melarang anak berdigital tanpa alasan ataupun melarang tanpa memberi solusi bagi anak-anak. Intinya, kita harus tahu dulu ruang positif di dunia digital sebelum anak-anak masuk ke dalamnya.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.