Marketplus.id – Business Development merupakan proses pembentukan nilai perusahaan dalam jangka panjang yang menghubungkan pelanggan, pasar, dan relasi. Business DEvelopment berperan menciptakan peluang bagi perusahaan untuk terus berkembang melalui optimasi tiga faktor: pelanggan, pasar, dan relasi.

Hal itu dikatakan, Gian Depa Hermawan, PMT & Business Development at PT. Shaffindo Energi, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (16/11/2021).

Ia menambahkan, nilai yang dibangun bisa berupa revenue, citra perusahaan, brand awareness atau apapun yang menjadi tujuan sebuah perusahaan. Tantangannya, seorang Business Development harus mampu mengidentifikasi peluang dan membuat terobosan yang menguntungkan perusahaan untuk jangka panjang.

Berikut ini beberapa tugas yang dilakukan seorang Business Development di dalam sebuah perusahaan, seperti:

  • Memonitor perkembangan pasar

Seorang Business Development bertugas memonitor perkembangan dan kompetisi pasar yang ada. Sehingga ia bisa melihat prospek untuk membuat strategi pengembangan produk, pelanggan maupun kemitraan baru.

  • Riset untuk menentukan target pasar

Business Development juga bertanggung jawab untuk menentukan target pasar baru secara jelas sebelum menyesuaikannya dengan produk yang ingin dikembangkan. Hal ini bertujuan agar produk yang dibuat bisa tepat sasaran dan menjadi solusi permasalahan pelanggan.

  • Memahami produk perusahaan

Business Development juga dituntut untuk memahami seluruh produk/product knowledge perusahaan lengkap dengan keunggulannya, fiturnya, bahan baku sampai proses yang dilakukan.

  • Berkoordinasi dengan divisi lain untuk mengembangkan produk

Tentu seorang Business Development juga membutuhkan divisi lain untuk mendukung kinerjanya. Mulai dari Sales, Marketing sampai Account Manager.

  • Menyusun dan mempresentasikan strategi pengembangan bisnis

Business Development juga bertugas merancang berbagai strategi terkait pengembangan bisnis. Seperti strategi meningkatkan loyalitas pelanggan, menemukan pelanggan baru, strategi kemitraan, penjualan sampai memantau indikator kinerja. Karena itu BD harus memiliki kemampuan dalam presentasi, penjualan, dan membuat kesepakatan terkait strategi yang sudah disusun.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (16/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Yoanita Alexandra (Dosen di Universitas Multimedia Nusantara), Ahmad Vicky Faisal (Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Madura), Reza Apriadi (Founder & CEO Bossku Indonesia), dan Meitha Kurniasari (Experienced Secretary to BOD) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.