Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Lamongan, (16/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E, CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc, Masrul Muhajir,S.Ip.,M.Ikom, Aulia Siska, S.Sos, Pradipta Nugrahanto dan key opinion leader (KOL) Rayi Putra (RAN).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Literasi Digital Dimulai Dari Sekarang” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1.332 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Rayi Putra (RAN) adalah “Bagaimanakah cara kita melatih kebiasaan pola pikir seseorang supaya tidak langsung mengirim komentar-komentar yang belum di saring terlebih dahulu di sosial media?

Rayi Putra (RAN) menuturkan, “Kita harus mengingat bahwa apapun yang kita lakukan di dunia digital akan membawa pengaruh pada “jejak digital” kita. Maka dari itu penting sekali untuk menerapkan konsep “Saring Sebelum Sharing”. Sebelum kita berbagai informasi di dunia digital pastikan apakah hal tersebut akan membawa dampak positif atau justru sebaliknya, pastikan apakah konten tersebut akan menyakiti orang lain atau tidak, kemudian pastikan apakah yang kita bagikan sopan atau tidak. Kita memang bisa menghapus postingan-postingan kita, tapi kita tidak bisa mencegah orang yang lain sudah melakukan screen shoot pada postingan yang kita miliki.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.