Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Pasuran, (17/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Vio Annisa, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Faizal Johan, Uzlifah, S.Sos, Oktora Irahadi, Andy Ardian dan Alfian Arif Bintara.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Menumbuhkan Literasi Digital Dalam Keluarga dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1025 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Andy Ardian adalah Seperti yang kita tahu sekarang ini konten dari Tiktok akan juga diposting di Instagram Reels dan hal itu cepat sekali membuat konten kita tersebar luas. Seperti contoh ada beberapa remaja putri yang masih sekolah dan berseragam sekolah dengan atribut yang lengkap membuat konten video berjoget vulgar dan konten-konten kearah yang negatif atau pornografi. Bukankah hal ini dapat mencoreng nama baik sekolah dan bisa memicu kejahatan pada remaja tersebut ? serta bagaimana yang seharusnya dilakukan sekolah dan keluarga untuk membentuk karakter siswa sesuai dengan budaya dan norma yang ada ?

Andy Ardian memaparkan, “Secara naluriah, memang kita bisa mengagumi diri sendiri dan bisa sebagai bentuk penghargaan diri kita. Dalam beberapa situasi, ada hal yang kurang dipahami bahwa bentuk penghargaan diri tersebut bisa menjadi bahaya karena anak bisa dijadikan objek fantasi seksual untuk orang-orang yang memiliki preferensi seksual yang menyimpang yaitu anak di bawah umur. Kita sebagai orang tua harus bisa menjadi teman cerita yang baik dan mendengarkan, sehingga anak bisa mendengarkan bahaya yang mengancam ketika mereka mendistribusi konten tersebut dan tidak menjadi korban. Kita harus memberi pengayoman sehingga mereka bisa berkembang lebih baik. Pikirkan yang terbaik untuk anak kita. Kita sebagai orang tua harus bisa menjadi teman cerita yang baik dan mendengarkan, sehingga anak bisa mendengarkan bahaya yang mengancam ketika mereka mendistribusi konten tersebut dan tidak menjadi korban. Kita harus memberi pengayoman sehingga mereka bisa berkembang lebih baik. Pikirkan yang terbaik untuk anak kita. Pada prinsipnya, ketika kita menghadapi masalah di internet, jangan reaktif. Langkah pertama harus melihat lebih dekat dan lebih dalam dan meminta pendapat dari orang yang ahli”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.