Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Pacitan, (19/11).

Acara dipimpin oleh Salma Anfi’aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Firman Zakaria, Firdaus Rahman, A.Md.A., Dr. Havid Han, MM., Bagaskoro, S.Kom, MM., dan Anelies Praramadhani (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Literasi Digital Perluas Potensi Indonesia Di Ruang Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 68 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Firdaus Rahman, A.Md.A adalah, saat ini budaya kita seperti gamelan makin di tinggalkan masyarakat, namun di Australia malah banyak orang yang tertarik mempelajarinya. Apa yang membuat masyarakat kurang meminati budayanya sendiri? Bagaimana cara agar masyarakat memiliki mental bangga terhadap budayanya sendiri?

Firdaus Rahman menjelaskan, “Banyak sudut yang bisa dibahas, tapi karena keterbatasan waktu saya simpulkan ke satu poin. Kita tidak bangga karena tidak kenal, tidak tahu. Budaya seperti gamelan terkesan kuno, jadul, dan tidak bermanfaat. Orang jawa sendiri banyak yang tidak kenal, tidak mengerti, tidak paham. Sebagai proses pembenahan PR besar kita untuk memperkenalkan lagi budaya tersebut. Apa sekedar alat kesenian atau ada makna di balik itu, ada hubungannya dengan ilmu lian, manfaatnya apa dalam kesehatan dan spiritual. Di era ini sangat efektif apalagi jika ditambah videografis yang baik. Kita kekurangan seniman di area itu. Mungkin orang Australlia sudah mengkonsumsi makna dan manfaatnya dibandingkan kita sendiri sehingga lebih respect”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251

kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.