Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Lamongan, (22/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Muhammad Ilham Perkasa, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Refana Afandi, Iis Hendro Gunawan, Diana Dewi Damayanti, Akhmad Firmannamal, Ph.D dan Praseno Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Dari Hobi Menjadi Bisnis Dengan Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1237 peserta, dapat dilihat  antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Refana Afandi adalah Apa tantangan terbesar dalam mengembangkan sektor pariwisata religi, terutama masjid yang sempat terpuruk dimasa pandemi ini? Dan terobosan apa yang sudah dilakukan dalam mengembangkan pariwisata masjid?

Refana Afandi menerangkan, “Tantangan transformasi digital. Kalau tantangan yang ringan adalah perubahan rencana. Terobosan ada 9 tipe masjid: surau, langgar, musholla, masjid besar, masjid mal, dll. Lighting keren, pelayanan maksimal, marbot yang berdedikasi, cleaning service”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.