Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pasuruan, (24/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Ivana Rouf, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Arief Budiono S.T,M.M, Rochmatul Ula, S.H., Vivid Sambas ST, MMT., B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM. dan key opinion leader Josaphat Klemens. ST.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Keberagaman di Dunia Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1021 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Rochmatul Ula, S.H.adalah Bagaimanakah mengatasi gejala-gejala yang muncul pada anak ketika sudah kecanduan gadget? Apakah harus menerapkan batasan waktu & reward?

Rochmatul Ula menerangkan, “Apabila anak kita sudah kecanduan gadget kita bisa menggunakan 3 langkah yaitu pembatasan waktu, berapa lama dengan kesepakatan dengan anak, kemudian mendorong anak kita untuk melakukan hal tanpa ponsel misalnya olahraga atau membantu untuk mengerjakan tugas rumah dan tidak lupa memberikan reward, memberi contoh pada anak bahwa kita juga tidak selalu menggunakan gadget setiap hari dengan terlalu lama”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.