Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Lamongan, (24/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E, CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Royyan Nobeel, Riki Anggrian, M.Pd, Aulia Siska, S.Sos, Pradipta Nugrahanto dan Alrido Pradanar,SH (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Keberagaman Di Dunia Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1869 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Riki Anggrian, M.Pd adalah Multikulturalisme dalam ruang digital sangat memungkinkan adanya akulturasi budaya dalam digital pula. Bagaimana cara memfilter budaya “asing” yang masuk atau bahkan diterima masyarakat digital sehingga budaya “asing” tsb tidak meracuni(jk itu negatif) dan justru bisa menambah khasanah pengetahuan bagi warga/masyarakat digital?

Riki Anggrian menerangkan, “Dunia maya harus diimbangi dengan sosialisasi role model yang tepat sehingga ketika budaya asing beredar di dunia digital kita bisa tetap melestarikan budaya daerah agar tetap ada dan tidak tergerus oleh budaya asing yang mulai tersebar luas di dunia digital”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.