18 Juli 2024

Marketplus.id – Perkembangan dan inovasi dunia teknologi informasi menyediakan kemungkinan baru bagi para teroris. Ruang siber adalah lingkungan yang serba terbuka, menjadi tempat istimewa bagi para teroris untuk menemukan sumber daya baru. Juga Memungkinkan mereka menjalankan aktivitas propaganda.

Hal itu diungkapkan, Moh. Syauqi Fath, Pegiat Media Sosial, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021).

Ia menambahkan, ada banyak alasan mengapa internet menjadi ruang berskala global yang dinilai aman untuk melakukan serangkaian aksi bahkan perekrutan anggota. Di antaranya karena internet menawarkan akses yang relatif sederhana dan kini jangkauannya sudah sangat luas global. Anonimitas, menyembunyikan identitas, sangat mungkin untuk dilakukan dan hal itu menjadi keuntungan besar bagi organisaisi teroris untuk melindungi dirinya.

“Biaya akses internet yang dari waktu ke waktu semakin murah dan terjangkau membuat para teroris juga bisa bergerak dengan dana terbatas. Sekelompok teroris dapat mengatur kampanye propaganda yang efisien tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlampaui besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelompok seperti ISIS adalah representasi dari para militan beringas yang sangat menguasai teknologi informasi dibanding kelompok jihadis pendahulunya, setidaknya untuk saat ini. “Hampir semua kelompok militan Timur Tengah memiliki media propaganda,” terangnya.

Lanjutnya, kelompok ISIS jelas menunjukkan penguasaan teknologi yang hebat dan pengetahuan mendalam tentang teknik komunikasi. Setiap video yang dirilis dengan sengaja memperlihatkan proses eksekusi para musuh.

“Mereka dengan rapi membuat muatan-muatan yang berisi ajakan bergabung. Muatan-muatan itu dipersiapkan dengan seksama agar dapat menjangkau jumlah penonton sebanyak-banyaknya,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, media sosial yang populer seperti Facebook dan Twitter tidak luput dari jangkauan ISIS. Media-media sosial tersebut digunakan untuk menyebarluaskan produksi konten propaganda hingga meraup dana dari para simpatisan. Aspek interaksi yang disediakan media sosial, termasuk aplikasi pesan singkat, memang memudahkan kegiatan para teroris adalah interaksi.

“Tersedianya ruang membuat grup-grup di berbagai aplikasi pesan singkat memungkinkan mereka melakukan propaganda untuk merekrut anggota,” ucapnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Agung Gita Subakti (Lecturer Specialist S2 Universitas Bina Nusantara), Moh. Arifin (Manager SDM MANARA Consulting & Ketua LPPM STAI Al Fithrah Surabaya), Hariyanto (Owner Polo Great Tour & Travel Bangkalan), dan Nur Aini (Influencer & Branding Development) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *