Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (25/11).

Acara dipimpin oleh Moderator Zafirah Aurelia Budiman., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Aam Waro’ P. S. Sos., DR. Devie Rahmawati., Sawitri Wulansari S.Psi, MM., Pradipta Nugrahanto., dan FARRAS ARDIANA.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Anak Muda Ayo Melek Literasi Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1072 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Sawitri Wulansari S.Psi, MM. adalah, Di media digital, bagaimana cara kita menghadapi orang-orang yang suka menganggap dirinyalah yang paling benar? Karena postingannya suka dikomentari negatif dan memancing emosi.

Sawitri Wulansari mengatakan, “Orang-orang yang komen sebetulnya orang-orang yang pengen kenalan, pengen berteman, tapi gatau caranya gimana. Makanya mereka bersikap caper. Maka, kalau memposting sesuatu, jangan sampai menyinggung orang lain dan sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang ada. Tidak perlu pedulikan kata orang lain, selama apa yang kita lakukan itu positif”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.