25 Juni 2024

Marketplus.id – Kemajuan teknologi membuat informasi semakin mudah didapat. Sehingga masyarakat harus berhati-hati menyaring informasi, khususnya dari media sosial. Sekarang ini banyak akun yang menyebarluaskan berita bohong atau hoax.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Komite Kampanye dan Publikasi Mafindo, Google Trainer, CEO of Rempah Karsa, Puji F. Susanti mengatakan, masyarakat harus teliti melihat akun penyebar informasi di media sosial. Misalnya di Instagram, sejumlah media mainstream seperti Narasi TV, Kata Data, hingga Kompas juga memiliki media sosial. Apa pun yang diedarkan di situ sebagai konten bisa dipercaya.

Sementara, akun-akun seperti Lambe Turah, kenalan, orang biasa, hingga selebgram yang bikin postingan atau narasi tertentu perlu diwaspadai. Semua yang ada di sana, baik itu opini mau pun yang diakui data atau fakta, perlu diwaspadai kebenarannya.

“Kita tidak boleh terbawa asumsi dan narasi yang diciptakan orang yang tidak punya basic jurnalistik. Kita tidak boleh begitu saja percaya, kita harus cek lagi, apakah itu benar atau tidak,” kata Puji saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Selasa (23/8/2022).

Masyarakat dapat mengingat ciri-ciri hoax. Judul berita umumnya bombastis dan menyantumkan kata-kata viralkan atau sebarkan. Kemudian, di dalam artikel memuat ujaran-ujaran kebencian.

Untuk melakukan pengecekan informasi, lanjut Puji, semua postingan dari media sosial bisa dicek di Google. Masyarkat cukup mengetik kata kunci, kemudian pastikan informasi serupa keluar dari portal media mainstream dan kredibel.

“Sesuatu kalau ada dasarnya, ada interview di lapangan, cek di lapangan, keluar di portal media, dan di bawah pengawasan dewan pers. Itu masih bisa dipercaya. Even itu postingan di media sosial, kita masih bisa kroscek di google, apakah keluar di portal media mainstream, apakah portal media di bawah dewan pers. Itu bisa dicek,” kata Puji.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Komite Kampanye dan Publikasi Mafindo, Google Trainer, CEO of Rempah Karsa, Puji F. Susanti. Kemudian Guru, RTIK Indonesia, Pembina Majalah Digital POJOK ESEMKA, dan Founder Entrepreneur Muda Peduli, Muhammad Muhyi Setiawan, S.Pd, serta Jawara Internet Sehat & RTIK, Ulil Albab.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *