14 Juli 2024

Marketplus.id – We Are Social dan HootSuit menyebut pengguna aktif media sosial di Indonesia kini mencapai 191 juta jiwa dari 204,7 juta pengguna internet. Indonesia juga tercatat sebagai negara yang kecanduan media sosial. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu sekitar 3 jam di media sosial.

“Melalui smartphone sejak bangun tidur setiap orang bisa mendapatkan informasi positif saja, tapi juga berbagai jenis berita gosip yang tentunya cenderung berisi hal-hal negatif,” ujar Indra Brasco, Dadpreneur sebagai Key Opinion Leader (KOL) saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Senin (29/8/2022).

Indra pun memberikan tips agar tidak kecanduan media sosial, antara lain fokus pada orang di sekeliling lingkungan. Selain itu sebaiknya matikan notifikasi akun media sosial, agar tidak selalu penasaran dengan notifikasi yang muncul di ponsel pribadi. Sebagai pengguna mulailah memilah apa yang penting dan tidak untuk dilakukan dari layar ponsel Anda.

Selanjutnya perbanyak sosialisasi di kehidupan nyata. Ciptakan sesuatu yang menarik di sana, karena memang tidak salah kalau media sosial begitu menarik dan membuat lebih nyaman. Bersihkan daftar ‘Friends’ dan ‘Follow’. Jangan ragu untuk meng-unfollow teman dan akun yang mengganggu kesehatan mental atau tidak membawa manfaat.

Suami aktris Mona Ratuliu ini pun mengajak agar setiap orang bisa menggunakan media sosial sebagai peluang, yaitu dengan menjadikannya tempat untuk personal branding yang bisa menjadi cara untuk meningkatkan kredibilitas, memperluas koneksi hingga menunjukkan keahlian Anda. “Media sosial juga bisa menjadi awal untuk mempopulerkan usaha, bahkan mencari inspirasi memulai usaha apa, serta menggunakan sebagai media promosi,” katanya lagi.

Merespons perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Anggota Tular Nalar Guru Lansia dan Koordinator Wilayah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Astin Meiningsi, VP Head of Marketing East Java Bali Nusra PT Indosat Tbk, Heny Tri P, dan mengundang Key Opinion Leader (KOL) Indra Brasco. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.iddan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *