Marketplus.id – Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia terbilang tertinggal dibanding negara-negara anggota G20. Indeks yang didapat Indonesia pada 2017 sebesar 4,33 poin, angka ini berada di posisi 144 dunia atau kedua terendah di G20 setelah India.

Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dari tiga sub indeks Pembangunan Teknologi Informasi (IP-TIK) Indonesia yaitu infrastruktur, intensitas pengguna dan keahlian/kecakapan, sub-indeks kecakapan memiliki skor terendah. IP-TIK tahun 2019 memiliki skor 5,32, sementara pada 2020 naik sedikit menjadi 5,59.

“Itulah mengapa kita perlu cakap bermedia digital. Jadi individu yang cakap bermedia digital dinilai mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras maupun lunak dalam lanskap digital, aplikasi perpesanan, media sosial, dompet digital, loka pasar, dan transaksi digital,” kata Wakil Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Bekasi Raya, Kristien Mey saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022).

Salah satu kecakapan digital di era teknologi adalah kemampuan digital marketing, sebagai suatu strategi pemasaran menggunakan media digital dan internet untuk mempromosikan produk atau jasa. Mengutip Investopedia, digital marketing adalah cara sebuah perusahaan menjangkau konsumennya melalui internet, media sosial, dan saluran lainnya.

Ada beberapa alasan mengapa digital marketing dipakai yaitu bisa mendapatkan target sasaran calon pelanggan yang tepat, mukai dari siapa, umurnya, hingga spesifik gender dan lokasinya. Selain itu digital marketing bisa menganalisa data, kemudian lebih bersifat interaktif ada feedback langsung dari costumen dengan tombol suka dan komentar. Digital marketing juga jauh lebih terjangkau pengeluaran untuk promosinya.

Digital marketing juga bisa dilakukan melalui saluran platfom milik perusahaan sendiri misalnya akun media sosial yang dirawat selama ini. Dapat pula menyertakan iklan berbayar, namun jauh lebih terjangkau dan bisa melalui review secara online atau liputan media.

Lebih lanjut agar sebuah produk sukses melakukan digital marketing maka ada langkah-langkah seperti upaya branding, terus memperbaiki kualitas produk, mempersiapkan konten komunikasi dan media komunikasi seperti menggunakan iklan berbayar dan memakai buzzer, hingga memiliki saluran penjualan yang tepat.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Wakil Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Bekasi Raya, Kristien Mey, dan serta Guru SMK Yapalis Moch. Sofi Asrifin serta Relawan Mafindo Surabaya, Diana Aziz. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *