Marketplus.id — Kemampuan berbicara dengan baik kepada publik atau audiens memiliki banyak manfaat, seperti untuk menyampaikan informasi, mempengaruhi opini publik, maupun untuk tujuan motivasi atau hiburan. Selain itu, public speaking juga bermanfaat dalam rangka personal branding. Butuh trik khusus dalam mengasah keterampilan public speaking.

Hal itu menjadi kesimpulan dalam webinar bertema “Pentingnya Public Speaking dalam Membentuk Personal Branding”, Rabu (19/10), di Pontianak, Kalimantan Barat. Webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Ketua Pusat Studi Komunikasi, Budaya, dan Literasi Digital Rini Darmastuti; Divisi Humas, Komunikasi, dan Publikasi TIK Bangka Belitung Monicha; serta Praktisi Humas & Finalis I Am President TV Reality Show Mudrikan Hidayat Nacong.

Dalam penjelasannya, Rini Darmastuti menguraikan definisi personal branding, yaitu upaya untuk mempresentasikan dan memproyeksikan diri secara baik dan benar kepada publik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini juga merupakan cara seseorang untuk mengambil kendali penilaian orang lain atas diri individu tersebut. Personal branding menjadi kekuatan, kejelasan, dan gambaran positif yang akan tergambar pada pandangan orang lain terhadap kita.

“Lalu, apa yang berperan dalam pembentukan personal branding? Salah satunya adalah public speaking. Ini merupakan seni berbicara di depan umum secara lisan atau berkomunikasi kepada publik secara kreatif,” tutur Rini.

Adapun tujuan public speaking, menurut Rini, adalah selain untuk menyampaikan informasi, juga untuk mempengaruhi opini publik. Namun, bisa juga tujuannya untuk memotivasi atau menghibur audiens. Di era digital sekarang ini, public speaking tak mengharuskan berkomunikasi langsung di depan audiens, tetapi juga bisa memanfaatkan media digital yang ada.

“Hendaknya, apabila membangun personal branding, tekankan cinta kasih, kesetaraan, harmoni atau keselarasan, dan menghargai perbedaan yang ada. Selain itu, membangun personal branding sebaiknya juga menekankan prinsip saling tolong-menolong,” tuturnya.

Mudrikan menambahkan, setiap pribadi atau individu adalah merek. Setiap individu harus membangun branding untuk diri mereka sendiri. Cara yang bisa dilakukan untuk memiliki-branding diri sendiri adalah melalui public speaking. Dengan mengutip sebuah pepatah lama, ia mengatakan, mempelajari seni berbicara akan mampu menguasai keadaan.

“Untuk mempersiapkan public speaking, ada beberapa hal yang boleh dan terlarang untuk dilakukan. Yang boleh dan sebaiknya dilakukan adalah menyiapkan segala sesuatu dengan rileks, membawa alat bantu (notes, pulpen, atau paparan), senyum dan menyambut hangat, berbicara secara tepat dan nyaman, serta melibatkan audiens. Sementara larangannya adalah jangan berlebihan mengulang-ulang, mengabaikan audiens, berbohong, atau ketakutan,” ujarnya.

Sementara itu, Monicha mengaitkan pembentukan personal branding amat penting dalam usaha atau bisnis yang ditekuni. Tak hanya untuk ciri individu, branding juga penting diterapkan terhadap produk barang dan jasa yang dijual. Branding yang tepat atas sebuah produk barang dan jasa mampu menaikkan peluang konsumen memilih produk atau layanan yang kita tawarkan dibanding produk atau layanan sejenis dari kompetitor.

“Membangun brand awareness sangat penting demi kepopuleran sebuah produk agar dikenal masyarakat secara luas,” ucapnya.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *