12 Juli 2024

Marketplus.id — Ancaman resesi di depan mata, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global. Bukan berarti resesi menghilangkan peluang untuk menambah penghasilan, sebab masih ada beberapa potensi yang bisa ditingkatkan dan berujung positif. Salah satunya adalah memaksimalkan potensi digital.

Demikian yang menjadi pembahasan dalam webinar bertema “Hadapi Ancaman Resesi dengan Meningkatkan Keterampilan Digital”, Kamis (10/11) di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Relawan TIK Jakarta Timur Panji Elfani Oetomo; Inspirator Dasterpreneur Azura Bsc Msi; dan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD Choirul Fajri.

Dunia diperkirakan akan masuk era resesi pada 2023 akibat sejumlah hal, seperti kenaikan harga energi, kenaikan suku bunga bank sentral di sejumlah negara, serta inflasi tinggi di banyak negara, bahkan di negara maju sekalipun. Secara garis besar, kemampuan suatu negara menghadapi ancaman resesi bergantung pada besar kecilnya nilai ekspor dan impor negara tersebut.

“Dampak bagi suatu negara akibat resesi adalah turunnya daya beli masyarakat, menurunnya kemampuan ekspor komoditas negara tersebut, penerimaan negara menjadi berkurang, serta investasi asing tertunda untuk masuk,” ujar Panji Elfani.

Namun, imbuhnya, bukan berarti sama sekali tidak ada peluang saat resesi. Menurut dia, ancaman resesi sebaiknya disambut dengan sikap optimistis dan penuh harapan. Yang bisa dilakukan adalah kreatif menggali potensi diri untuk menambah penghasilan, memaksimalkan fitur digital untuk meraih peluang baru, atau mengubah investasi dalam bentuk emas atau emiten yang berhubungan dengan energi dasar.

Azura Bsc menambahkan, agar siap mengantisipasi dan menghadapi potensi resesi, tak ada salahnya mengasah ketrampilan digital. Menurut dia, ketrampilan digital adalah kemampuan dalam memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi perangkat digital dalam mengakses dan mengelola informasi. Perkembangan teknologi yang pesat di era sekarang ini, mensyaratkan penguasaan keterampilan digital yang baik.

“Cara menguasai keterampilan digital adalah dengan mengidentifikasi keterampilan yang perlu dipelajari. Berikutnya adalah memilih sumber daya terbaik untuk mempelajari keterampilan digital. Jangan lupa untuk membuat rencana studi ketrampilan digital, termasuk belajar dari mentor atau ahlinya,” ucap Azura.

Menurut Azura, dunia teknologi terus berubah. Oleh karena itu, tren dan perkembangan terbaru harus diamati dan dipelajari. Sikap terus belajar dan mengembangkan diri menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.

Sementara itu, Choirul Fajri mengingatkan, agar bisa meraih peluang di era digital, literasi digital menjadi dibutuhkan dan penting. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara cerdas dan bijaksana.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat.  Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *