16 Juni 2024

Pisa Grande Gading Serpong

Marketplus.idMasyarakat lebih senang berinteraksi dengan ruang luar. Untuk itu, bangunan komersial dibuat lebih dinamis dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Tak ayal, konsep area komersial yang terintegrasi atau integrated commercial area telah menjadi tren tersendiri, terutama sejak masa pandemi.

Konsep semi-outdoor shopping mall yang populer di negara barat pun kini populer di Indonesia, terutama karena masyarakat lebih peduli dengan kesehatan dan interaksi dengan ruang terbuka hijau.

Kawasan yang memadukan pusat perbelanjaan modern dengan berbagai fasilitas, seperti area rekreasi keluarga, tempat makan, hiburan, kantor, residensial, serta ruang publik tentu saja lebih diminati oleh masyarakat.

Penghuni atau pengunjung yang datang ke area komersial tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-sehari, tetapi juga dapat melakukan berbagai aktivitas. Mulai dari berekreasi bersama keluarga, meetingbersama partner bisnis, berkumpul bersama komunitas, hingga berolahraga bisa dilakukan di kawasan tersebut.

Konsep ini memiliki keunggulan ketimbang konsep lain seperti mal atau pusat perniagaan pada umumnya, seperti lebih dinamis, interaktif, bangunan lebih ikonik dan artistik, bisa memasukkan unsur alam, bentuk area komersialnya bisa lebih beragam, dan masih banyak lagi.

Pun begitu, masih banyak orang masih kesulitan membedakan area komersial dengan pusat perbelanjaan seperti mal. Hal ini dikarenakan oleh fungsi dan tampilan keduanya yang memang mirip meskipun masing-masing punya perbedaan yang cukup signifikan.

Arsitektur bangunan area komersial umumnya memiliki desain bangunan yang lebih ikonik dan astristik dibandingkan mal. Pasalnya, area komersial dibangun dengan tujuan untuk menciptakan pengalaman yang unik dan menarik bagi pengunjung.

Tak hanya itu, area komersial juga menekankan konsep yang ramah lingkungan pada arsitektur bangunan. Sementara, desain bangunan mal umumnya untuk menampung sebanyak mungkin tenant dan mengoptimalkan ruang yang tersedia.

Untuk lokasi, area komersial biasanya terletak di kawasan premium seperti hunian dalam kawasan terpadu atau township. Area komersial juga biasanya menempati lahan yang luas dan bisa menampung lebih banyak kendaraan.

Menariknya lagi, dibandingkan mal, area komersial menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda dengan memberikan pengunjung kenyamanan dan privasi yang lebih dalam berbelanja.

Selain menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih eksklusif karena menghadirkan tenant  yang merepresentasikan produk atau jasa berkualitas premium, area komersial juga menghadirkan suasana yang cenderung lebih eksklusif dan santai.

Beberapa jenis tenant yang dapat ditemukan di area komersial adalah butik atau gerai fesyen, restoran dan kafe, pusat kecantikan dan spa, toko perhiasan, kosmetik, dan masih banyak lagi.

Menurut M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, meningkatnya populasi di suatu kawasan juga semakin meningkatkan kebutuhan masyarakat akan produk komersial.

“Kami melihat pergeseran aktivitas masyarakat yang tidak lagi berekreasi di dalam ruangan (indoor), tapi juga outdoor, sehingga tren bisnis usaha perhotelan, F&B, dan lifestyle mulai menyediakan ruang outdoor yang nyaman,” ujar M. Nawawi.

Ia menambahakan, untuk menjawab kebutuhan tersebut, Manhattan District dikembangkan sebagai area komersial street level yang mengintegrasikan ruang indoor dan outdoor untuk menunjang kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, serta menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.

“Hal ini menjadi latar belakang Paramount Land menghadirkan Manhattan District, dengan salah satu produk unggulannya yaitu Hampton Square, yang hadir dengan konsep menarik dan anchor tenant sebagai daya tarik utama,” ungkap M. Nawawi.

Sorrento Square Gading Serpong

Manhattan District

Manhattan District, The Largest Business Epicentrum @ Gading Serpong merupakan kawasan bisnis dan komersial seluas 22 hektar yang diperkenalkan pada akhir 2021 sebagai area komersial dengan konsep multi-experiencessesuai kebutuhan masyarakat masa kini.

Dikembangkan sebagai area komersial street level yang mengintegrasikan ruang indoor dan outdoor untuk menunjang kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, Manhattan District menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.

Manhattan District terbagi dalam dua zona yaitu, Lifestyle Hub 1 dan Lifestyle Hub 2  yang akan diisi oleh 7 Big Thematic Anchors (gadget dan technologyhobbysportculinaryautomotiveentertainment, dan fashion).

Hampton Square

Hampton Square adalah destinasi baru yang ditujukan bagi kaum urban, baik penghuni maupun pengunjung Kota Gading Serpong, berkonsep semi-outdoor seluas 2 hektar yang diperuntukkan sebagai tenant puller dan entertainment area.

Open Concept Lifestyle Mall di Hampton Square akan dikelola oleh managemen retail berpengalaman, yakni BLVEPRINT Destinations.

Selain itu, anchor tenant juga dihadirkan sebagai crowd puller, yang pertama adalah Black Owl sebagai destinasi dining & entertainment terpopuler di Jakarta.

Beragam destinasi lain juga akan hadir, mulai dari café, kuliner, taman pet-friendly, taman bermain anak, toko berkonsep, fasilitas penunjang gaya hidup aktif, dan pusat perbelanjaan dengan suasana lingkungan yang nyaman dan cantik.

Hampton Avenue Studio Loft

Hampton Avenue Studio Loft merupakan bangunan komersial terbaru di Kota Gading Serpong yang hadir dengan konsep Modern Luxury Style.

Berada di Manhattan District dan terletak di jalan Main Boulevard ROW 30, Hampton Avenue Studio Loft terkoneksi langsung dengan akses jalan baru penghubung Gading Serpong dan BSD yang akan beroperasi pada Maret 2024 mendatang, sehingga memudahkan pengunjung untuk mengakses area ini dari Tol Jakarta-Merak, Tol Serpong-Balaraja, dan Tol JORR W2 ruas TB Simatupang.

“Melalui riset panjang dan menyeluruh, Paramount Land melihat bahwa kebutuhan masyarakat akan diversifikasi fasilitas komersial dan bisnis yang inovatif di Gading Serpong masih tinggi, di mana hal ini melatarbelakangi kami untuk mengembangkan Manhattan District, commercial epicentrum seluas 22 hektar yang vibrant dan full of experiences,” jelas M. Nawawi.

Menurutnya, tiga kunci utama yang dilakukan Paramount Land dalam mengembangkan produk komersial, yaitu memetakan perencanaan secara jangka panjang untuk menjamin long-term sustainable business, membangun captive market, dan mengembangkan konsep komersial yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Inilah yang kami terapkan dalam mengembangkan Manhattan District,” tukas M. Nawawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *