Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Lamongan, (20/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Diyah Wahyuningtyas, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu M Thobroni Ali, Chusnur Ismiati, S.H, M.M, Indriyatno Banyumurti, Pradipta Nugrahanto dan key opinion leader (KOL) Josaphat Klemens. ST.

Dengan jumlah 1.024 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber M Thobroni Ali adalah bagaimana cara kita untuk mengembangkan usaha atau produktifitas dengan keadaan yang terbatas agar bisa berkembang atau bahkan bisa sukses?

M Thobroni Ali menuturkan, “Itulah enaknya saat ini di zaman digital, kita bisa lebih mudah untuk mencari uang tambahan. Teman-teman, bisa menjadi dropshipper, tanpa punya barang hanya fokus beriklan di platform digital. Setelah ada yang tertarik membeli, maka tinggal minta pemilik barang untuk kirim barang. Lalu, bisa juga sebagai affiliate marketing atau makelar, dengan mempromosikan produk orang lain dan yang kirim barang si pemunya produk, kita sebagai affiliate marketing akan dapat komisi. Profesi berikutnya adalah sebagai reseller.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.