Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Ponorogo, (23/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Muhammad Risyad Fahlefi, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr. Dian Suluh Kusuma Dewi, M.AP., Sawitri Wulansari, S.Psi., MM., Mira N. Sahid, S.Pd., Indriyatno Banyumurti, dan Praseno Nugroho.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Jaga Privasimu di Era Digital dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 261 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Dr. Dian Suluh Kusuma Dewi, M.AP. adalah Kita sebagai pengguna media sosial terkadang kurang mengetahui tentang perlindungan data pribadi, hal ini mengakibatkan masyarakat hanya sepele tentang data pribadi, padahal data pribadi itu berisi tentang data-data privasi kita. Sebagai pengguna Facebook, tentunya data-data saya tersimpan di profil tersebut. Bagaimana caranya agar data pribadi tidak di bobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab?

Dian Suluh Kusuma Dewi memaparkan, “Cara-cara simple yang harus dilakukan dalam menyimpan data dan agar tidak di bobol, yaitu sembunyikan tanggal lahir, jangan tampilkan. Ini merupakan data pribadi yang sangat penting, yang sangat utama. Jangan pasang lokasi atau share lokasi, gunakan password yang sulit, dan jangan memposting kartu identitas. Hapus pertemanan dengan orang yang tidak dikenal atau fake account. Ciri-cirinya, yaitu tidak menggunakan profil atau tidak pernah memposting sesuatu. Jangan memposting aktivitas anak, dan jangan selalu memperlihatkan situasi pekerjaan”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.