Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember, (9/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Rahmadana Junita, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Anjani Amitya Kirana, BES., Drs. KH. Abdul Muqit Arief, Khelmi K. Pribadi, M.Si., Rane Hafied, dan Anelies Praramadhani  (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Filter Informasi Di Era Serba Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 973 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Khelmy K Pribadi, M.Si adalah, apakah baik atau kurang baik mengenai kebiasaan media membuat judul konten yang clickbait agar menarik? Padahal judul dan isipun bisa berbeda. Mengingat buruknya orang kita yang malas membaca dan crosscheck informasi sehingga mudah terkena hoax. Apakah kebiasaan media-media ini perlu dikritik atau dibiarkan saja?

Khelmy K Pribadi menjelaskan, “Clickbait, sebagai trik marketing, mungkin dan boleh dilakukan. Yang menjadi masalah adalah ketika isi dan judul berbeda. Clickbait bisa digunakan judul sama dengan isi. Setuju dengan kemampuan berliterasi di Indonesia sangat rendah, tapi clickbait juga tidak bisa dihindari. Media boleh dikritik tersebut membangun. Media juga harus terbuka dengan kritik. Kita harus memperkuat diri kita untuk clickbait tersebut”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251

kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.