Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Malang, (4/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Muhammad Risyad Fahlefi, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Anny Syukriya, S.Pd.I, BFauzan Abdillah, Oktora Irahadi, Tio Utomo dan Bagoes Kresnawan.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Protect Copyright In Digital World” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1764 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Oktora Irahadi adalah Dampak pandemi sangat terasa di dunia bisnis dan ekonomi. Para pelaku usaha harus putar otak untuk memasarkan produk kepada konsumen. Bagaimana strategi untuk mengoptimalkan pemasaran online dan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumen?

Oktora Irahadi menuturkan, “Kita harus bikin konten, namun masalahnya adalah banyak yang belom tahu. Rekan-rekan bisa banyak belajar untuk bisa menguasai sosial media, apalagi para pelaku usaha. Sosial media adalah tempat yang strategis untuk memasarkan berbagai macam usaha. Hal tersebut dapat dilatih melalui pelatihan-pelatihan”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.