Marketplus.idPenyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember (6/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Mukhamad Angga Gumilang, S.Pd., M.Eng., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ely Mulyadi, S.E., M.Kom., Zainul Hasan, S.E., M.E., Mira N. Sahid, S.Pd., Bondan Wicaksono, dan Ditta Amelia Saraswati.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Muda Kreatif Membangun Start Up dengan Literasi Digital dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1473 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Mira N. Sahid, S.Pd. adalah  Saat ini pemerintah sudah banyak yang mengatakan untuk mewaspadai serta melawan konten negatif, seperti provokasi, hoaks dan lain sebagainya yang ada. Bagaimana cara melawan serta mengatasai konten-konten negatif seperti provokasi dan berita hoaks yang marak saat ini? Apakah media sosial akan bisa terbebas dari konten-konten negatif tersebut, serta bagaimana langkah kita agar dapat terhindar dari konten orang yang tak beretika dalam dunia digital tersebut?

Mira N. Sahid menuturkan, “Laporkan saja jika ada konten-konten hoaks. Terkait dengan konten-konten provokasi apakah kita harus melawan, ada dua pilihan yang pertama mengabaikan dengan mencari perdamaian menjadi pembawa perdamaian di setiap diskusi ataupun status-status orang lain karena ini terkait juga menghargai karya di ruang digital, dan yang kedua juga melaporkan. Selama ada oknum-oknum yang menjadi bot atau menjadi hacker dan lain-lain, masih bisa bilang ruang digital itu tidak akan pernah aman. Tapi kita bisa mewaspadai diri kita dengan mengatur aturan-aturan privacy setting, menjaga data pribadi kita, dan jangan asal sebar-sebar di media sosial. Mengubah password secara berkala dan tidak sembarangan membagikan konten-konten, maka dari itu kita harus memahami literasi digital. Kita bisa terhindar dari konten-konten yang tidak beretika di ruang digital, caranya dengan tidak akses ke media social. Tetapi kita butuh media social, karena ada proses peluang dan proses kreatif ddan seimbang dengan tantangan dan peluangnya”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.