Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Ponorogo, (9/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Safira Dwi Siwi, S.Ds., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Husna Ni’matul Ulya, M.E.Sy., Iis Hendro Gunawan, Dr. Havid Han, M.M, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM.dan key opinion leader Praseno Nugroho.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Stigma pada Era Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 379 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Husna Ni’matul Ulya, M.E.Sy. adalah Bagaimana cara menumbuhkan kreatifitas dalam memanfaatkan media sosial sebagai media untuk menulis sehingga dapat menumbuhkan jiwa produktivitas di masa pandemi saat ini melalui media sosial dimana terkadang ada rasa minder duluan saat mau memulai sesuatu? Bagaimana tips agar bisa konsisten untuk melakukan kegiatan yang biasa dilakukan juga bagaimana caranya untuk meningkatkan kreativitas dalam dunia digital? Agar menjadi prioritasnya dan tidak asal membuat tulisan. Khususnya untuk kaum milenial dan generasi z saat ini.

Husna Ni’matul Ulya mengatakan,”Harus disiplin dalam menggunakan waktu dan disiplin untuk menulis, kemudian untuk konsisten perlu menghilangkan mental block terlebih dahulu kita harus meyakinkan diri kita bahwa kita bisa untuk melakukan apa yang kita inginkan lakukan afirmasi untuk passion kita tentukan tujuan yang kuat”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.