Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kota Surabaya, (20/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Akhsaniyah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Y Adven Sarbani, Brigitta Revia, Oktora Irahadi, Rita Nurlita dan Etty Ariaty Soraya.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Jangan Mudah Termakan Hoax dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 867 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Brigitta Revia  adalah Jika kita mendapat berita hoax seharusnya kita bisa membuat berita itu stop di kita. Namun kadang kita juga suka terkena pengaruh karena menyadari sendiri jika memang malas untuk membaca dan meng croos heck berita hoaks tersebut atau dorongan untuk menyebarkan juga. Bagaimana untuk kita itu tidak mudah terpengaruh ataupun terdorong terhadap sesuatu yang negatif dalam bermedia sosial? Kita ingin menggunakan media sosial sebijak mungkin, namun kadang memang pengaruh dan dorongan lingkungan digitalnya cukup besar.

Brigitta Revia mengatakan, “Penting bagi kita untuk memulai dari kesadaran. Dan untuk mengatasi hoax, yang paling simple untuk kita lakukan kita bisa baca dari judul informasinya. Bila memakai kata kata yang tidak professional, patut kita curigai. Dan untuk menilai informasi hoax, lihat juga dari foto atau gambarnya”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.