Marketplus.id – Digitalisasi menyentuh dari orang dewasa hingga anak-anak, sejak pandemi Covid-19 bahkan sekolah dilakukan secara daring. Kini meski telah kembali melakukan pembelajaran tatap muka, anak-anak tetap terbiasa dengan internet.

“Internet memiliki banyak manfaat bagi anak-anak, sebagai tempat mencari informasi, belajar ilmu baru, menunjang proses belajar, karena mudah untuk mencari referensi, serta mengoptimalkan penggunaan bahasa asing, dan sarana kolaborasi,” ujar Mona Ratuliu, Selebritis yang juga Founder ParenTHINK, saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (26/8/2022).

Mona pun bercerita putri pertamanya yang memanfaatkan internet lebih jauh untuk berkolaborasi. Sejak umur 13 tahun sudah banyak berbicara mengenai mental health dan kini sudah berkolaborasi dengan banyak pihak seperti Unicef dan PBB. Padahal selama pandemi hanya berada di rumah tapi bisa tetap terhubung dengan dunia luar dan berbagi.

Namun berdasarkan survei cepat yang dilakukan ECPAT Indonesia pada Maret 2020, terdapat kenaikan signifikan terhadap kekerasan anak secara daring. Sebanyak 90 persen responden tinggal bersama orangtua, namun 64 persen responden tidak didampingin saat mengakses internet.

“Manfaat internet memang banyak banget, tapi ancaman di internet juga tak kalah banyaknya. Solusinya adalah pendampingan orangtua,” kata Mona.

Namun orangtua tidak mungkin 24 jam mengawasi anak dalam menggunakan internet. Sehingga perlu ada waktu cerdas memaksimalkannya, Mona pun berbagi kiat 1 jam cerdas digital bersama anak. Hal ini dilakukan orangtua untuk melakukan kesepakatan bersama terkait penggunaan internet.

Gunakan 15 pertama untuk mendengarkan anak, selanjutnya 10 menit untuk memberikan pandangan orangtua ke anak. Sediakan 10 menit untuk berbagi pengalaman, 20 menit menyusun kesepakatan bersama dan 5 menit untuk rencana aksi.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *