Marketplus.id – Perkembangan teknologi informasi dunia terus berkembang secara masif selama pandemi Covid-19, membawa pada peningkatan jumlah pengguna internet yang menurut HootSuit pada Februari 2022 mencapai 204,7 juta. Perubahan gaya hidup secara digital menawarkan kemudahan dan kepraktisan, namun di sisi lain tinggi risiko serta membawa potensi buruk kejahatan digital.

“Di awal tahun Covid, terjadi banyak penipuan mulai dari permintaan kode OTP, transfer ke rekening atau dulu maraknya minta pulsa, itu potensi buruk yang tidak terjadi lagi kalau kita belajar keamanan digital,” ujar Praktisi-Konsultan IT, Ary Sunaryo saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Jumat (7/10/2022).

Masyarakat memerlukan pemahaman akan keamanan digital dan mengetahui rekam jejak digital yang bisa menjadi celah pelaku kejahatan digital. Di mana keamanan digital sendiri merupakan proses memastikan penggunaan layanan digital baik daring maupun luring dapat dilakukan secara aman. Namun bukan hanya mengamankan data tapi juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia.

Cyber crime atau kejahatan dunia maya merupakan tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan di dunia maya. Macam kejahatan digital salah satunya pembobolan akun, sehingga pelaku mengakses tanpa izin. Hal ini bisa terjadi karena pemilik akun biasanya tidak sadar pernah menyebarkan data pribadi. Termasuk juga konten ilegal, yang dibuat bukan dari lembaga asli lalu diakses oleh masyarakat sehingga masyarakat tertipu.

Ada pula yang bahaya adalah cyber spionase yaitu perilaku membuntuti aktivitas seseorang, namun yang paling banyak terjadi saat ini adalah kejahatan phising. Pelaku berupaya mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan, apakah dengan memberikan tautan yang mirip suatu lembaga bank agar pengguna terkecoh dan mengisi data yang minta dimasukkan oleh pelaku phising untuk meretas akun atau informasi pribadi pemiliknya.

Lebih lanjut, agar aman bermedia digital pengguna internet harus memahami cara mengamankan perangkat dan akunnya, yakni dengan mengaktifkan autentifikasi 2 faktor yang merupakan fitur keamanan berlapis saat akan masuk ke akun maupun perangkat. Selanjutnya hati-hati data pribadi jangan disebarkan di media sosial, waspadai juga tautan atau link tidak dikenal. Kenali dengan seksama dengan siapa saja berinteraksi di media sosial. Hati-hati saat belanja online, sebaiknya di situs yang terpercaya, selain itu pastikan orang-orang di sekitar memiliki pemahaman yang sama tentang keamanan digital.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Jember, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

 

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Enterpreneur dan Founder of Coffee Meets Stock Billy Tanhadi, IT Freelance Hanif Afrizal, dan Praktisi-Konsultan IT, Ary Sunaryo. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *