13 Juli 2024

Marketplus.id – Peminat kebudayaan Indonesia terkesan berkurang di tengah masifnya kemajuan teknologi informasi. Sekarang ini generasi muda lebih senang menikmati budaya asing, seperti Korea Selatan.

Dosen Digital, Relawan Mafindo, dan Pandu Digital Indonesia, Aidil Wicaksono mengatakan, kebudayaan Indonesia sekarang ini terkesan terkikis seiring masuknya budaya-budaya baru. Karena itu, setiap individu perlu menunjukkan budaya lokal yang dimilikinya, sehingga budaya Indonesia tetap eksis di ruang digital.

“Tidak lagi dengan menuntut sebuah kegiatan atau bahkan menghakimi sebuah aktivitas. Tapi teman-teman semua berusaha memberikan contoh. Sesederhana itu. Tapi tidak sesederhana itu juga, karena contoh-contoh ini perlu dibangun dengan kerja keras teman-teman sekalian,” kata Aidil saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Senin (10/10/2022).

Butuh kemauan kuat setiap individu untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Netizen, lanjut dia, bisa memulai dengan menemukan pontensinya atau budaya yang dikenalnya. Kemudian, sampaikan kebudayaan tersebut melalui konten-konten di media sosial.

Aidil menconothkan, tim di perusahaannya selalu mengenakan batik dan kebaya ketika bertemu klien atau menggelar training. Dia juga selalu mengenakan batik dengan gaya sekasual mungkin ketika ke mal. “Tidak perlu terlalu ngoyo, hal-hal besar nantinya memang akan hadir, tapi tetap dimulai dari langkah kecil. Jadi dimulai dari versinya teman-teman dulu,” kata Aidil.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Dosen Digital, Relawan Mafindo, dan Pandu Digital Indonesia, Aidil Wicaksono. Kemudian IT Freelance, Hanif Afrizal, serta mengundang Dosen Institut Teknologi dan Sains, Zainul Hasan.S.E,.M.E.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *