Marketplus.id – Segala aktivitas digital di ruang maya memerlukan etika digital di mana dengan perbedaan kultural dan geografis muncul standart baru dalam tata krama. Menurut survei Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kata Data tahun 2021, kemampuan etika digital masyarakat Indonesia masih dalam taraf sedang dan hampir menyentuh kategori kurang.

“Sebab itu kita harus meningkatkan lagi etiket itu seperti apa dan bagaimana etika dalam berinternet, karena sebenarnya ridak jauh berbeda dengan etika di dunia nyata,” ujar Anggota RTIK Surabaya, William S Mendrofa saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin (17/10/2022).

Beberapa kompetensi literasi digital terkait netiket yaitu mengakses informasi sesuai netiket, menyeleksi dan menganalisis informasi saat berkomunikasi di platform digital, memproduksi dan mendistribusikan informasi, memverifikasi pesan, berpartisipasi membangun relasi sosial, serta berkolaborasi data dan informasi.

Netiket sebagai tata krama berinternet memiliki asas kesadaran dan tanggung jawab ketika seseorang beretika, di samping intergritas yaitu kejujuran dan melihat kemanfaatan. “Tata krama itu sebagai bagian dari budaya kita, misalnya ketika anak berpamitan dengan orangtua. Sama halnya ketika kita menggunakan ruang digital atau media sosial, alangkah baiknya sebelum kita berinteraksi memberikan salam dulu,” sebut William lagi.

Pentingnya dalam ranah digital, etika saat berkomunikasi melalui aplikasi perpesanan dalam mengemukakan ekspresi sering kali juga menggunakan lambang emoticon. Jika belum mengenal sebelumnya sebaiknya perkenalkan diri dulu dan mengutarakan maksud tujuan. Selain itu saat berkomunikasi di ruang obrolan perhatikan suasana hati lawan bicara.

Oleh katena tidak bertatapan langsung, tata krama dalam dunia digital sangat terkait dengan pemilihan huruf, pemilihan kata, penggunaan salam, harus menjaga privasi orang lain, dan setiap pengguna hendaknya memfilter pesan berantai. Dalam pemilihan huruf sebaiknya hindari pemakaian huruf kapital semua, namun bisa dipergunakan untuk mempertegas kata yang penting.

Sebaiknya hindari juga penggunaan warna merah karena dua hal ini bisa mengindikasikasi kesan sedang berteriak atau marah. Dalam pemilihan kata, gunakan kata yang benar dan jangan pakai singkatan tidak umum. Hindari penggunaan kata ejekan, kotor dan memperolok.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Founder, Komisaris Lenere Business Suites, Eko Prasetyo, Anggota RTIK Surabaya, William S Mendrofa, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL), seorang Public Figure Enno Lerian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *