Marketplus.id – Rasa cinta kebudayaan Indonesia harus ditanamkan sejak kecil. Orangtua dapat mulai mengenalkan budaya Indonesia dengan mengajak anak-anak ke sanggar kebudayaan dan acara-acara bertema kebudayaan.

Ketua STIKOSA AWS, Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM mengatakan, seluruh elemen masyarakat bertanggung jawab membawa budaya Indonesia ke ruang digital. Salah satu contoh dari bidang pendidikan, baru-baru ini mahasiswa-mahasiswa dari STIKOSA AWS membuat pameran fotografi yang mengangkat budaya-budaya Indonesia di Dewan Kesenian Surabaya, di Pemkot Surabaya.

“Di situ, saya melihat para pesertanya, di samping mahasiswa-mahasiswa yang kerjaannya membuat konten, tapi saya melihat antusiasme tamu-tamu yang datang, membawa anak-anak. Rata-rata anak kecil ingin megang ketika melihat wayang. Ini untuk treatment anak-anak,” kata Meithiana saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (18/10/2022).

Masifnya kemajuan teknologi membuat kebudayaan Indonesia seakan menghilang. Media digital menjadi panggung budaya asing. Imbasnya, sekarang ini anak-anak lebih mengenal budaya Korea Selatan. Padahal Indonesia memiliki budaya beragam.

Dalam acara tersebut, lanjut dia, mahasiswa mengusung tajuk Lestari. Mereka berupaya mengangkat permainan-permainan tradisional dan mempromosikannya secara digital melalui konten-konten di media sosial.

“Terkait dengan konten di media sosial untuk mengangkat budaya, tentu bagaimana mereka bisa menyajikan konten berkualitas, bahwa antusias anak-anak kecil ketika melihat wayang. Itu kreatif dari mahasiswa untuk mengangkat di konten media sosial,” kata Meithiana.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Senior Konsultan SOLUSI HOLISTIC dan Ketua RTIK Mojopahit Mojokerto, Abdul Rachman, SE.MM. Kemudian Ketua STIKOSA AWS, Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM, serta mengundang Praktisi Media, Ahmad Fatin Ilfi S.Psi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *